Kembali Melangkah

Sebuah jarak hanyalah sebuah jarak bagiku.
Demikian telah kubuktikan ucapanku.
Namun, hidup kembali membuatku hilang tumpu.
Demikian pula harus kurelakan itu.

Bukan sekali, maka kutahu.
Genap sudah dan cukup pula rasaku.
Hanya tersenyum dan aku membisu.
Membuka hati dan kuusir kabut kelabu.

Detik-detik sudah lama pula berlalu.
Menyusul menit-menit yang tak kalah pacu.
Kutaksir sih sudah berminggu-minggu.
Atau bahkan mungkin lebih dari itu.

Sudah saatnya kukumpulkan pecahan masa lalu.
Kurangkai dalam bingkai dan kujadikan satu.
Biarlah abadi dalam ketak-pastian waktu.
Di balik dadaku, di sebuah ruang tak berpintu.

Sementara, mulai kulanjutkan langkah kakiku.
Bergandengan tangan dengan kehangatan yang baru.
Sebuah persahabatan antara aku dan masa lalu.
Yang tak membelenggu batas ruang pikiranku.

Demikian tetap kupertahankan senyumanku.
Agar tetap terlukis dalam setiap hariku.
Mencoba jadi berarti pada tiap lembaran waktu.
Pada setiap yang kutemui di perjalananku.

2009-09-12,
Stef

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: