Nelangsa

Sebuah desakan dalam hatiku
Memaksa mataku menggenang
Tiada dayaku, cuma membatu
Oleh ingatan yang terkenang

Lama, aku hanya bisa diam
Biarkan ia mengoyak tiap inci
Luka-luka kelam terpendam
Dan nafasku seolah terhenti

Kaku, tak bergeming ragaku
Jerit jiwaku menepis nelangsa
Masih, tetap kau lihat wajahku
Hanya bekas-bekas air mata

2009-09-16,
Stef

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: